Kamis, 15 Mei 2014
Perubahan Dan Pengembangan Organisasi
Pengertian perubahan & pengembangan organisasi
Berkembang adalah tuntutan agar tetap dapat hidup. Proses perkembangan selalu berimplikasi terjadi perubahan. Perubahan adalah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari perkembangan. Perkembangan dapat ke arah positif maupun kearah negatif. Perkembangan ke arah positif memberikan kekuatan bagi organisme (manusia atau organisasi) untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan. Perkembangan kearah negatif, karena hakekat alamiah maupun karena salah pengelolaan, akan mengakibatkan kemunduran dan bahkan kematian. Pengembangan yang didesain akan menghasilkan peluang lebih besar menuju ke arah positif.
Perubahan lingkungan yang demikian cepat tidak lagi dapat diatasi dengan proses perkembangan yang alamiah dan ’mengalir mengikuti arus’. Desain pengembangan untuk mewujudkan perubahan yang terencana sangat dibutuhkan agar organisme (manusia maupun organisasi) dapat berkembang ke arah positif dan mampu menghadapi lingkungannya.
Arah dan kecepatan perkembangan organisasi sangat ditentukan oleh desain pengembangan organisasi dan keberhasilan proses perubahannya. Untuk itu, dibutuhkan manusia-manusia dengan keahlian untuk mendesain pengembangan organisasi. Individu dan komunitas yang berpraktek dalam bidang pengembangan dan perubahan organisasi dengan mendasarkan diri pada pengetahuan yang tepat akan dapat meningkatkan perkembangan organisasi secara khusus dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Pengembangan organisasi merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas individu demi mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara terus – menerus .
Langkah-langkah Perubahan Organisasi
Langkah-langkah perubahan organisasi :
A. Metode pengembangan perilaku
1. PROGRAM GERADI MANAJEMEN
Program yang mengkombinasikan pelatihan kepemimpinan dan latihan pengembangan kelompok.
2. PEMBINAAN TIM
Suatu tehnik manajemen yg mencakupkan sejumlah metode spesifik untuk membentuk kerja tim yang efektif, baik didalam maupun di antara kelompok kerja.
3. PERENCANAAN KEHIDUPAN
Suatu metode pengembangan yg mendorong dan memungkinkan orang orang memainkan peran aktif dalam memadukan karier dan aktivitas kehidupan mereka kearah hasil yang memuaskan
4. PELATIHAN KEPEKAAN
Metode yang diterapkan secara luas untuk membantu orang orang mempelajari cara peningkatan ketrampilan antar pribadi mereka.
B. Metode Pengembangan Struktur
1. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN/MANAJEMEN BY OBJECTIVE (MBO)
Membantu menyediakan wewenang lebih besar bagi setiap orang untuk menentukan tujuan pekerjaan mereka
2. SISTEM
Merupakan pendekatan yg diterapkan secara luas untuk mengembangkan karakteristik desain organik dalam suatu organisasi
3. TEKNOLOGI DESAIN MAPS (multivariate analysis)
Metode mendesain organisasi berdasarkan hubungan yg dipandang perlu untuk melaksankan tugas individu.
Perencanaan Strategi Pengembangan organisasi
Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan.
Hasil dari proses perencanaan strategi berupa dokumen yang dinamakanstrategic plan yang berisi informasi tentang program-program beberapa tahunyang akan datang.
Manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis. Perencanaan strategis ini akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.
Ada 2 (dua) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :
memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.
akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.
Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan, situasi dan kondisi setempat. Meskipun demikian, secara umum proses perencanaan strategis memuat unsur-unsur:
perumusan visi dan misi,
pengkajian lingkungan eksternal,
pengkajian lingkungan internal,
perumusan isu-isu strategis,
penyusunan strategi pengembangan (yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran).
Implikasi Manajerial
Sebab yang terjadi karena adanya perubahan dan pengembangan organisasi adalah sebuah organisasi tersebut akan mengalami peningkatan baik dalam kinerja maupun hal lainnya, organisasi tersebut juga tidak akan diam/stuck di dalam suatu posisi melainkan terus berkembang semakin hari.
Sumber :
http://mustainronggolawe.wordpress.com/2012/11/23/pandangan-singkat-perubahan-dan-perkembangan-organisasi/
http://fildzarizk.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html
http://cewe-batak.blogspot.com/2012/12/perencanaan-strategis.html
http://romynited.blogspot.com/2013/04/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html
Rabu, 14 Mei 2014
Desain dan struktur Organisasi
1. Dimensi Struktur Organisasi
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan. Ini artinya:
- Mengorganisasi tugas dalam cara-cara ya
ng paling efisien dan efektif agar tidak ada duplikasi pekerjaan.
- Mengkoordinasikan sejumlah aktivitas dari berbagai departemen dan unit untuk mencapai tujuan bersama.
- Mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan.
- Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab. Namun struktur dan desain organisasi tidak sekadar suatu sarana (means) untuk menjamin agar berbagai aktivitas dikelola dalam cara yang paling efisien. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas. Studi klasik dan manajemen keilmuan (scientific management) berfokus pada "one best way" untuk menata organisasi , teori kontingensi berargumen bahwa tidak ada satu struktur dan desain organisasi yang tepat untuk diterapkan bagi setiap - malahan manajer dituntut untuk tahu dengan jeli struktur mana yang "paling tepat". Karenanya, manajer perlu memahami bagaimana menciptakan struktur dan desain organisasi sambil mempertimbangkan kemajuan teknologi, kekuatan individual, dan sebagainya. Untuk itu, mereka perlu menganalisa kondisi organisasi dan lingkungannya, menentukan desain terbaik, mengimplementasikan, secara kontinyu memonitor dan mengkaji struktur dan desain agar tetap efektif.
2. Departementalisasi
Merupakan proses mengkombinasikan tugas ke dalam kelompok-kelompok atau departemen-departemen. Derajat kesamaan dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok. Tugas dapat dikelompokan (dasar-dasar departementasi) dalam beberapa kriteria yaitu:
a) Departementasi fungsional Merupakan metode yang paling efektif. Tugas yang sejenis dan saling terkait dapat dikelompokkan dalam departemen yang sama. Kelebihannya adalah meningkatkan keahlian, memungkinkan penggunaan sumber-sumber secara maksimal, mendorong penggunaan keahlian dan peralatan tertentu, komunikasi dan prestasi meningkat. Kelemahannya adalah mengurangi komunikasi dan kerja sama antar departemen sehingga menimbulkan perspektif sempit.
b) Departementasi atas dasar produk Terdiri dari kombinasi ke dalam suatu tugas departemen yang meliputi memproduksi produk-produk sejenis. Biasanya terjadi pada perusahaan besar yang sulit untuk mengkoordinasikan beraneka ragam departemen fungsional. Misalnya PT Astra Internasional. Keunggulannya adalah menciptakan koordinasi dan pemusatan usaha memproduksi secara efektif, berorientasi pada konsumen, dan pekerja lebih kohesif. Kelemahannya keahlian dan sumber-sumber tidak dimanfaatkan secara optimal.
c) Departementasi atas dasar wilayah Organisasi menggunakan geografis sebagai dasar departementasi, jika organisasi tersebar di area geografis yang luas untuk unit yang sama. Keunggulannya adalah mengurangi permasalahan yang diakibatkan oleh jarak, seperti kesulitan komunikasi, pengamatan dan keputusan yang mendesak.
d) Departementasi atas dasar pelanggan Mengelompokan tugas dengan mengorganisasikannya sesuai dengan pelanggan yang dilayani. Terutama jika pelanggan memiliki kategori dan kebutuhan dari masing-masing kelompok yang berbeda secara signifikan.Beberapa Pendekatan Dalam Proses Departementalisasi Departementalisasi merupakan proses penentuan bagian bagian dalam organisasi yang akan bebrtanggungjawab dalam melakukan bermacam jenis pekerjaan yang telah dikategorikan berdasarkan faktor-faktor tertentu. Dalam mendesain organisasi, khusunya dalam prosesdepartementalisasi, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan oleh organisasi, yaitu pendekatan berdasarkan fungsional, berdasarkan produk, berdasarkan pelanggan, berdasarkan geografis, dan berdasarkan matriks.
a. Pendekatan Fungsional Berdasarkan pendekatan ini, proses departementalisasi dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi tertentu yang mesti dijalankan dalam sebuah organisasi.
b. Pendekatan Produk Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan jenis produk yang dibuat oleh organisasi.
c. Pendekatan Pelanggan Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan karateristik pelanggan yang menjadi sasara pelanggan dari organisasi.
d. Pendekatan Geografis penetuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan wilayah geografis di mana organisasi beroperasi.
e. Pendekatan Matriks Pendekatan departementalisasi terakhir yang diperkenalkan adalah pendekatan matriks. Pendekatan ini pada dasarnya merupaka n proses departementalisasi yang menggabungkan antara pendekatan fungsional dengan pendekatan lain, misalnya berdasarkan proyek tertentu, produk tertentu, ataupun berdasarkan pendekatan lainnya.
3. Model-model desain organisasi
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu san dan besaran satuan kerja. Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
A. Desain Organisasi Mekanistik.
- Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
- Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
- Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
- Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
- Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
- Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
- Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
B. Desain Orgranisasi Orgranik.
- Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
- Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
- Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
- Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
- Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
- Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
- Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri. Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya. Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik. Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
4. Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam suatu kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan lebih baik dibandingkan tanpa adanya pembagian bagian tugas kerja. Untuk melakukan pengumpulan orang-orang dalam suatu unit, divisi, bagian ataupun departemen dengan tugas pekerjan yang berkaitan diadakan kegiaitan departementalization atau departementalisasi. posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desan dan struktur organisasi.
Sumber: http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum-Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html http://www.buzzle.com/img/articleImages/295274-31711-14.jpg http://rustyrisdy.blogspot.com/2013/06/implikasi-manajerial-desain-dan.html?m=1
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan. Ini artinya:
- Mengorganisasi tugas dalam cara-cara ya
ng paling efisien dan efektif agar tidak ada duplikasi pekerjaan.
- Mengkoordinasikan sejumlah aktivitas dari berbagai departemen dan unit untuk mencapai tujuan bersama.
- Mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan.
- Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab. Namun struktur dan desain organisasi tidak sekadar suatu sarana (means) untuk menjamin agar berbagai aktivitas dikelola dalam cara yang paling efisien. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas. Studi klasik dan manajemen keilmuan (scientific management) berfokus pada "one best way" untuk menata organisasi , teori kontingensi berargumen bahwa tidak ada satu struktur dan desain organisasi yang tepat untuk diterapkan bagi setiap - malahan manajer dituntut untuk tahu dengan jeli struktur mana yang "paling tepat". Karenanya, manajer perlu memahami bagaimana menciptakan struktur dan desain organisasi sambil mempertimbangkan kemajuan teknologi, kekuatan individual, dan sebagainya. Untuk itu, mereka perlu menganalisa kondisi organisasi dan lingkungannya, menentukan desain terbaik, mengimplementasikan, secara kontinyu memonitor dan mengkaji struktur dan desain agar tetap efektif.
2. Departementalisasi
Merupakan proses mengkombinasikan tugas ke dalam kelompok-kelompok atau departemen-departemen. Derajat kesamaan dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok. Tugas dapat dikelompokan (dasar-dasar departementasi) dalam beberapa kriteria yaitu:
a) Departementasi fungsional Merupakan metode yang paling efektif. Tugas yang sejenis dan saling terkait dapat dikelompokkan dalam departemen yang sama. Kelebihannya adalah meningkatkan keahlian, memungkinkan penggunaan sumber-sumber secara maksimal, mendorong penggunaan keahlian dan peralatan tertentu, komunikasi dan prestasi meningkat. Kelemahannya adalah mengurangi komunikasi dan kerja sama antar departemen sehingga menimbulkan perspektif sempit.
b) Departementasi atas dasar produk Terdiri dari kombinasi ke dalam suatu tugas departemen yang meliputi memproduksi produk-produk sejenis. Biasanya terjadi pada perusahaan besar yang sulit untuk mengkoordinasikan beraneka ragam departemen fungsional. Misalnya PT Astra Internasional. Keunggulannya adalah menciptakan koordinasi dan pemusatan usaha memproduksi secara efektif, berorientasi pada konsumen, dan pekerja lebih kohesif. Kelemahannya keahlian dan sumber-sumber tidak dimanfaatkan secara optimal.
c) Departementasi atas dasar wilayah Organisasi menggunakan geografis sebagai dasar departementasi, jika organisasi tersebar di area geografis yang luas untuk unit yang sama. Keunggulannya adalah mengurangi permasalahan yang diakibatkan oleh jarak, seperti kesulitan komunikasi, pengamatan dan keputusan yang mendesak.
d) Departementasi atas dasar pelanggan Mengelompokan tugas dengan mengorganisasikannya sesuai dengan pelanggan yang dilayani. Terutama jika pelanggan memiliki kategori dan kebutuhan dari masing-masing kelompok yang berbeda secara signifikan.Beberapa Pendekatan Dalam Proses Departementalisasi Departementalisasi merupakan proses penentuan bagian bagian dalam organisasi yang akan bebrtanggungjawab dalam melakukan bermacam jenis pekerjaan yang telah dikategorikan berdasarkan faktor-faktor tertentu. Dalam mendesain organisasi, khusunya dalam prosesdepartementalisasi, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan oleh organisasi, yaitu pendekatan berdasarkan fungsional, berdasarkan produk, berdasarkan pelanggan, berdasarkan geografis, dan berdasarkan matriks.
a. Pendekatan Fungsional Berdasarkan pendekatan ini, proses departementalisasi dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi tertentu yang mesti dijalankan dalam sebuah organisasi.
b. Pendekatan Produk Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan jenis produk yang dibuat oleh organisasi.
c. Pendekatan Pelanggan Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan karateristik pelanggan yang menjadi sasara pelanggan dari organisasi.
d. Pendekatan Geografis penetuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan wilayah geografis di mana organisasi beroperasi.
e. Pendekatan Matriks Pendekatan departementalisasi terakhir yang diperkenalkan adalah pendekatan matriks. Pendekatan ini pada dasarnya merupaka n proses departementalisasi yang menggabungkan antara pendekatan fungsional dengan pendekatan lain, misalnya berdasarkan proyek tertentu, produk tertentu, ataupun berdasarkan pendekatan lainnya.
3. Model-model desain organisasi
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu san dan besaran satuan kerja. Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
A. Desain Organisasi Mekanistik.
- Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
- Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
- Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
- Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
- Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
- Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
- Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
B. Desain Orgranisasi Orgranik.
- Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
- Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
- Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
- Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
- Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
- Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
- Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri. Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya. Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik. Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
4. Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam suatu kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan lebih baik dibandingkan tanpa adanya pembagian bagian tugas kerja. Untuk melakukan pengumpulan orang-orang dalam suatu unit, divisi, bagian ataupun departemen dengan tugas pekerjan yang berkaitan diadakan kegiaitan departementalization atau departementalisasi. posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desan dan struktur organisasi.
Sumber: http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum-Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html http://www.buzzle.com/img/articleImages/295274-31711-14.jpg http://rustyrisdy.blogspot.com/2013/06/implikasi-manajerial-desain-dan.html?m=1
Senin, 14 April 2014
Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
1.
Definisi dan Dasar
Pengambilan Keputusan
Definisi Pengambilan Keputusan adalah tindakan pemilihan
alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Menurut Herbert A.
Simon, ahli teori keputusan dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap
utama dalam proses, pengambilan keputusan :
(l) Aktivitas inteligens
(2) Aktivitas desain
(3) Aktivitas memilih.
Dan definisnya sebagai berikut :
a) Aktivitas inteligensi.
Berasal dari pengertian militer
"intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai
penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
b) Aktivitas desain.
Selama tahap kedua, mungkin
terjadi tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
c) Aktivitas memilih.
Tahap ketiga dan terakhir ini
merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia.
Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan
tertentu dari yang tersedia.
Sedangkan
Mintzberg a koleganya mengemukakan tentang langkah-langkah
pengambilan keputusan, yaitu:
(1) Tahap identifikasi
(2) Tahap pengembangan, dan
(3) Tahap seleksi.
Dan definisnya sebagai berikut
:
a. Tahap
identifikasi, dimana pengenalan masalah
atau kesempatan muncul dan diagnosis, dibuat, diketahui bahwa
masalah yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis,terhadap
masalah yang tidak sederhana.
b. ahap pengembangan, di mana
terdapat pencarian prosedur atau solusi standar yang
ada as mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses desain
merupakan proses pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan hanya
mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
c. Tahap seleksi, di mana
pilihan solusi dibuat. Ada tiga cara pembentukan seleksi:
denganpenilainn pembuat keputusan, berdasarkan pengalaman atau intuisi,
bukan analisis logis; dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis; dan
dengan tnwar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat
keputusan dan semua manuver politik yang ada. Sekali keputusan diterima secara
formal, otorisasi pun kemudian dibuat.
2. Jenis-jenis
keputusan organisasi
a) Gaya
Direktif
Pembuat keputusan gaya direktif
mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorienytasi pada tugas dan
masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis
dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan direktif juga
berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Mereka
berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan
kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
b) Gaya
Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik
mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang kuat
serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya,
mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. Mereka mengevaluasi lebih banyak
informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. Mereka juga
memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru
atau tidak menentu dengan baik. Mereka juga cenderung mempunyai gaya
kepemimpinan otokratis.
c) Gaya Konseptual
Pembuat keputusan gaya konseptual
mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada
lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka
mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Pembuat
keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat
sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan.
Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus
dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. Akan tetapi, pada saat
bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian
dalam pengambilan keputusan.
d) Gaya Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku
ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli
lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang
lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka
cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal
daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli
dengan kebahagiaan orang lain. Akibatnya, pembuat keputusan mempunyai kesulitan
untuk berkata 'tidak' kepada orang lain, dan mereka tidak membuat keputusan
yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.
BEKERJASAMA DALAM TEAM (BERKELOMPOK)
1. Pengertian Dan Karakteristik Kelompok
Pengertian
Kelompok : Sebagai makhluk sosial,
manusia cenderung hidup dengan cara berkelompok. Berbagai kelompok
manusia bisa ditemukan di atas permukaan bumi ini. Dasar pandangan dalam
membentuk kelompok itu sendiri bisa berdasarkan dari berbagai macam hal. Mulai
dari kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai
kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama.
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau
lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling
mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948).
Karakteristik
Kelompok :
1)
Terdiri dari dua orang atau lebih
dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
2)
Anggota kelompok harus mempunyai
pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
3)
Mempunyai struktur hubungan yang
stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi
sebagai suatu unit.
4)
Anggota kelompok adalah orang
yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5)
Individu yang tergabung dalam
kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat
membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
2. Tahap-tahap Pembentukan Kelompok
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman
(1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang
terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
·
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota
kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik
namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
·
Tahap 2 - Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang
mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka
selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan
perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat
selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
·
Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan
tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama
lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk
kelompok.
·
Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan
efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota
kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam
berkomunikasi.
·
Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa
saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
Senin, 18 November 2013
Tugas PT, CV, Koperasi
KOPERASI KESATUAN BANGSA
Sejarah
Singkat
Koperasi Simpan Pinjam Jasa
dididirikan oleh para pengusaha kecil dan menengah pada dekade 1970-an yang
memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan,
karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional.
Untuk menanggulangi kesulitan
tersebut pada tanggal 13 Desember 1973 di kediaman Bapak H.A.Djunaid (Alm)
seorang Tokoh Koperasi Nasional, diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh
masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab.
Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya dalam bidang simpan pinjam. Dan
atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama “JASA” dengan harapan
agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi,
masyarakat, lingkungan dan pemerintah.
Sejak
berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan
tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu
padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara
bersama-sama dalam satu wadah koperasi. Untuk itulah Koperasi Simpan Pinjam
Jasa mendapat predikat ”Koperasi Kesatuan Bangsa“
VISI
Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam yang mandiri dan
tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama
dan berkeadilan di Indonesia.
MISI
Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi Simpan Pinjam Jasa
melakukan aktifitas sebagai berikut :
a. Mengajak seluruh potensi yang ada dalam
masyarakat dengan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama, agar mereka
dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi
kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.
b. Membantu para pedagang kecil dan
menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan mereka.
c. Turut membantu pembangunan ekonomi dan
menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha
lainnya baik BUMN,swasta, perbankan maupun gerakan koperasi lainnya.
Koperasi
Simpan Pinjam Jasa sejak berdiri telah menerapkan manajerial sistem. Rapat
anggota sebagai kekuasaan tertinggi memilih pengurus dan pengawas dari anggota
untuk masa jabatan 5 tahun dengan formasi ketiga etnis yang ada. Pengurus
bertindak sbegai policy maker dan pengawas operasional serta
hal-hal yang berhubungan dengan segi organisasi koperasi. Dalam aktifitasnya
beberapa pengurus ditunjuk sebagai supervisi sesuai dengan sistem operasional
yang ada.
Operasional sehari-hari dipegang / dikuasakan kepada
Kepala Divisi, yang terdiri dari : Kepala Divisi Pengelolaan Dana, Kepala
Divisi Operasional dan Pemasaran, Kepala Divisi Pinjaman dan Kepala Divisi
Pengawasan dengan dibantu oleh Kepala Bagian Kantor Pusat dan pimpinan cabang
beserta staf-staf. Untuk mengefektifkan kerja telah diangkat asisten pengurus.
Manajemen
setiap bulan mengadakan rapat pleno untuk mengevaluasi kerja bulan yang telah
lalu dan menetapkan kebijakan – kebijakan yang akan ditempuh pada bulan
mendatang. Sistem pengawasan intern dilakukan oleh divisi pengawasan yang
dibantu oleh beberapa inspektur bidang, sedangkan di tingkat kantor cabang
dibentuk internal control unit (ICU).
SUSUNAN
PENGURUS KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA
PERIODE
2011-2015
KETUA UMUM : HA ZAKY ARSLAN DJUNAID
(PEKALONGAN)
WAKIL KETUA UMUM : HM ANDY ARSLAN SE (JAKARTA)
KETUA I : LUKITO SINDORO/LIAUW YANG SIN
(KLATEN)
KETUA II : H TEGUH SUHARDI BA (WELERI)
KETUA III : H MARSIDI SH (SOLO)
SEKRETARIS UMUM :
H SACHRONI (PEKALONGAN)
WAKIL SEKRETARIS UMUM : HA. ALF ARSLAN SE (PEKALONGAN)
SEKRETARIS I : H ALI MUKTI, SH M,HUM (SOLO)
SEKRETARIS III : KADAFI YAHYA (BOGOR)
BENDAHARA UMUM : H TAUFIQ KARIEM (PEKALONGAN)
WAKIL BENDAHARA UMUM : BUDI SETIAWAN/YAP YUN FOE (BATANG)
BENDAHARA I : H NADHIRIN MASKHA (TEGAL)
BENDAHARA II : H BAIDHOWI (PEMALANG)
BENDAHARA III : IR ONG UMARYADI MM (PURWOKERTO)
Pembinaan
Anggota
Pembinaan terhadap anggota dilakukan
dalam pertemuan dengan para anggota secara berkesinambungan dan bergantian di
kantor-kantor cabang. Demikian pula pembinaan anggota dilakukan secara efektif
pada moment pembukaan tabungan SAFARI (SAdar manFAat kopeRasI) yang diadakan 1
(satu) bulan sekali secara berpindah-pindah dan tabungan PUNDI ARTA JASA baik
di kantor cabang Koperasi Simpan Pinjam Jasa maupun di daerah wisata, yang
merupakan forum tatap muka antar anggota dengan pengelola Koperasi Simpan
Pinjam Jasa. Forum ini dapat dimanfaatkan oleh anggota yang mempunyai
keterkaitan usaha satu sama lainya, disamping sebagai salah satu sarana promosi
bagi produk-produk Koperasi Simpan Pinjam Jasa.
Pembinaan
usaha anggota dilakukan pula melalui penerbitan direktori bisnis anggota
Kospin Jasa, yang merupakan promosi produk usaha anggota baik kepada sesama
anggota maupun mitra usaha, disamping penerbitan majalah MASA sebagai media
informasi dan komunikasi usaha kecil dan menengah serta ekonomi syriah.
Kelebihan Koperasi :
- Bersifat terbuka dan sukarela
- Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota
- Setiap anggota memiliki hak suara yang sama , bukan berdasarkan besarnya modal
- Bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan semata-mata mencari keuntungan .
Kelemahan Koperasi :
- Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas
- Kurang cakapnnya pengurus dalam pengelolaan koperasi
- Pengurus kadang-kadang tidak jujur
- Kurangnya kerjasama antara pengurus ,pengawas dan anggotanya .
SEJARAH
PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri
sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT
Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra
International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya
diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda
adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah
produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak
menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda
motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di
Indonesia.
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif
mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor
Hondatahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya
PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor
Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing
Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine
Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi
Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston.
Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta
tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di
pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa
anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang
komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan
50% milik Honda Motor Co. Japan.
Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas
pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga
berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua,
Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir
berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan
fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.
Dengan keseluruhan fasilitas ini PT Astra Honda Motor
saat ini memiliki kapasitas produksi 3 juta unit sepeda motor per-tahunnya,
untuk permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat.
Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT
Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007.
Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri
sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara dunia pencapaian
produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ke tiga, setelah pabrik
sepeda motor Honda di Cina dan India.
Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelannggan
sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor di dukung oleh 1.600 showroom
dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS
(Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku
cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di
seluruh Indonesia.
Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu
industri yang besar di Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor saja saat ini
berjumlah sekitar 13.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan
jaringan lainnya, yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang
luar biasa. Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat memberika
kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. PT Astra Honda Motor akan terus
berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan
ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
SEKILAS
AHM
Pertumbuhan konsumen sepeda motor meningkat luar
biasa. Di tengah-tengah persaingan yang begitu tajam akibat banyaknya merek
pendatang baru, sepeda motor Honda yang sudah lama berada di Indonesia, dengan
segala keunggulannya, tetap mendominasi pasar dan sekaligus memenuhi kebutuhan
angkutan yang tangguh, irit dan ekonomis.Menjawab tantangan tersebut,
organisasi yang berada di balik kesuksesan sepeda motor Honda di Indonesia
terus memperkuat diri.
PT Astra Honda Motor merupakan sinergi keunggulan
teknologi dan jaringan pemasaran di Indonesia, sebuah pengembangan kerja sama
antara Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT Astra International Tbk,
Indonesia.
Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh
dunia dan telah dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun
di lintasan balap. Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu menjawab
kebutuhan pelanggan yaitu mesin “bandel” dan irit bahan bakar, sehingga
menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis.
Tidak heran, jika harga jual kembali sepeda motor
Honda tetap tinggi.Astra International memiliki pengetahuan yang komprehensif
tentang kebutuhan para pemakai sepeda motor di Indonesia, berkat jaringan
pemasaran dan pengalamannya yang luas. Astra juga mampu memfasilitasi pembelian
dan memberikan pelayanan purna jual sedemikian rupa sehingga brand Honda
semakin unggul.
Visi
To Be Number One Market Driven Trend-setter motorcycle
Company in Indonesia in term of customer satisfaction the empowered human
capital guided by shared values.
Misi
To provide mobility solution which exceed customer
expectation with the best value motorcycle & Its related products, thru
empowered human capital for the benefit of all stakeholders.
PROFIL
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : PT Astra Honda Motor
Status Perusahaan : Perseroan Terbatas
Status Investasi : PMA (Penanaman Modal Asing)
Alamat :
Kantor Pusat & Plant 1 (Sunter) :
Jl. Laksda Yos Sudarso – Sunter I
Jakarta 14350
Plant 3
(Cikarang Barat) : Jl.
Raya Kalimantan Blok AA
Kawasan Industri MM2100
Cikarang Barat, Jawa Barat
Tel. +6221.89981818
Jam Kerja :
Kantor : 07.30 – 16.30 WIB
Pabrik :
-
Shift I : 07.00 – 16.00 WIB
-
Shift
II :16.00 – 24.00 WIB
-
Shift
III :24.00 – 07.00 WIB
1.
Aktifitas
:
·
Manufaktur
dan Perakitan sepeda motor Honda
·
Marketing
dan Distribusi sepeda motor Honda
·
Marketing
dan Distribusi Honda genuine part (HGP)
2.
Status
Perusahaan : Perusahaan Terbatas
3.
Status
Investasi : PMA (Penanaman
Modal Asing)
4.
Kepemilikan : 50%
PT. Astra International Tbk
Kelebihan & kelemahan
Kelebihan & kelemahan dari PT. Astra Honda Motor
di atas:
·
Kelebihan
PT. Astra Honda Motor sangat lengkap dan jelas, yaitu
mulai dari sejarah awal berdirinya, visi dan misinya, perkembangannya dari
tahun ketahun hingga saat ini. Kemudian jika dilihat dari Company Profile-nya,
PT. Astra Honda Motor ternyata telah menjalankan semua fungsi-fungsinya dengan
baik, seperti fungsi produksi, fungsi penjualan, serta fungsi pelayanan yang
lengkap demi tercapainya kepuasan pelanggan. Lalu keberhasilannya untuk tetap
mampu bertahan ditengah-tengah persaingan yang sangat ketat, sehingga
menjadikannya sebagai pasar nomor 1 di Indonesia serta sebagai Trend-setter
kendaraan bermotor. Dengan demikian, keunggulan teknologi Honda diakui
diseluruh dunia dan berhasil mendominasi pasar sekaligus menjawab semua
kebutuhan pelanggan sepeda motor di Indonesia.
·
Kelemahan
Jika dilihat dari jumlah produksi sepeda motor yang
terus meningkat dari tahun ketahunnya sepertinya dapat dijadikan sebagai salah
satu tanda kesuksesan PT. Astra Honda Motor. Namun disisi lain, melonjaknya
permintaan konsumen akan sepeda motor menuntut PT. Astra Honda Motor untuk
meningkatkan jumlah produksi mereka, sehingga mengakibatkan jumlah sepeda motor
yang amat banyak di Indonesia bahkan bisa dikatakan “overload”, karena seperti
apa yang kita lihat saat ini sepeda motor telah mendominasi jalan-jalan raya di
Indonesia. Kemudian meningkatnya produksi tersebut dapat membawa dampak negatif
bagi masyarakat yaitu semakin padatnya jalan-jalan raya oleh kendaraan bermotor
yang akan menambah tingkat kemacetan serta meningkatkan resiko polusi udara di
Indonesia.
Saran
PT. Astra Honda Motor juga harus memikirkan dampak
yang akan muncul dari banyaknya jumlah sepeda motor yang diproduksinya di
Indonesia serta mencari solusinya juga. Seperti apa yang kita ketahui di Negara
Jepang. Jepang selalu melakukan penarikan terhadap kendaraan-kendaraannya jika
kendaraan tersebut telah beroperasi selama 5 tahun, karena menurut mereka
kendaraan yang telah beroperasi lebih dari 5 tahun dianggap sudah tidak layak
pakai lagi serta tidak ramah lingkungan karena dapat menyebabkan polusi udara.
Sistem seperti itu cukup efektif untuk diterapkan di Indonesia demi
terkontrolnya jumlah kendaraan bermotor yang ada serta motor-motor tua yang
sudah tidak layak pakai lagi harus ditarik dengan alasan untuk mengurangi
jumlah sepeda motor dan tingkat polusi udara di Indonesia. Dengan demikian
ketertiban di jalan raya dapat terpelihara dengan baik dan masalah kemacetan
pun dapat sedikit teratasi karena fasilitas jalan yang tersedia sesuai atau
sebanding dengan jumlah kendaraannya. Namun hal ini tentu harus didukung juga
oleh pihak-pihak lainnya, seperti perlunya kerjasama terlebih dahulu dengan
pemerintah Indonesia.
CV.
CIPTA BANGUN JAYA FURNITURE
Cipta Bangun Jaya
Furniture resmi di didirikan pada bulan September tahun 1987. Dan sampai saat
ini Cipta Bangun Jaya Furniture masih menjadi salah satu distributor furniture
terbesar di daerah Jakarta dan sekitarnya. Cipta Bangun Jaya Furniture
merupakan distributor furniture dari berbagai produsen furniture terkenal, baik
itu buatan dalam maupun luar negeri, dengan harga jual yang terbaik, termurah,
dan terjangkau.
Lokasi CV :
Jalan Ragunan No 47 / 51
, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520, Indonesia
Order Proyek / Partai:
+62-21-98600168
MISI
DAN VISI CIPTA BANGUN JAYA
Perusahaan kami
menyediakan/membuat semua produk Furniture berdasarkan permintaan konsumen,
dengan memberikan solusi-solusi bagi mereka yang ingin melengkapi
Hotel/Apartemen/Kantor/Rumah. Dan dengan senang hati membantu dalam memberikan
pilihan design/model, penempatan, warna. yang semuanya kami kerjakan dengan Professional
agar kami dapat memberikan kepuasan kepada client.
Menjadi Perusahaan yang berkualitas, dimana kepuasan
pelanggan adalah prioritas utama yang didukung tim yang
profesional dan produk yang berkualitas.
Teamwork yang inovatif, dengan sumber daya manusia
yang berpengalaman dan profesional didukung dengan fasilitas yang memenuhi
standart.
Memperkenalkan produk terhadap pelanggan baik
perusahaan maupun perorangan untuk mewujudkan keinginannya.
Menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan
melalui komunikasi dua arah dan memberikan layanan purna jual.
BARANG
YANG DI JUAL DI CIPTA BANGUN JAYA
Cipta
Bangun Jaya merupakan distributor dari berbagai merk
terkenal dengan harga pabrik dan harga khusus untuk proyek, dengan merk sebagai
berikut:
Spring Bed: Guhdo,Romance, Airland, KingKoil, SpringAir, Serta, Florence, Comforta, Elite, Central, Dreamline, Revor, Sleep Dream, Bellucci, Lady Americana, American, dll. Alat Kantor: High Point, Modera, Fantomi, Aditech, Expo, Olympic, Isebel, Indachi, Ergotec, Daichi, Chitose, Futura, Lion, Uno, Vega, Victor, Ligna, siro, Donati, dll. Rumah Tangga: Kitcten set,Lemari Build In, Gardening, dll.
Spring Bed: Guhdo,Romance, Airland, KingKoil, SpringAir, Serta, Florence, Comforta, Elite, Central, Dreamline, Revor, Sleep Dream, Bellucci, Lady Americana, American, dll. Alat Kantor: High Point, Modera, Fantomi, Aditech, Expo, Olympic, Isebel, Indachi, Ergotec, Daichi, Chitose, Futura, Lion, Uno, Vega, Victor, Ligna, siro, Donati, dll. Rumah Tangga: Kitcten set,Lemari Build In, Gardening, dll.
Motto:
Bergerak di bidang jasa interior desain di dirikan pada bulan September
tahun 1987. CV Cipta Bangun Jaya
sudah terbukti menghasilkan karya-karya yang memuaskan bagi pelanggannya. Motto
di dalam perusahaan kami yaitu kami ingin selalu melakukan yang terbaik dalam
setiap pekerjaan yang kami kerjakan, termasuk garansi sesudah pekerjaan
selesai.
Kelebihan CV CIPTA BANGUN JAYA
·
Modal
yang dikumpulkan lebih besar.
·
Anda
lebih mudah menerima suntikan dana dikarenakan badan usaha persekutuan
komanditer sudah cukup populer di Indonesia.
·
Kemampuan
manajemennya lebih besar.
·
Pendiriannya
relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan perseroan terbatas (PT).
Kelemahan CV CIPTA BANGUN JAYA
·
Seperti
yang telah saya terangkan diatas, sebagian anggota atau sekutu di persekutuan
komanditer mempunyai tanggung jawab tidak terbatas.
·
Kelangsungan
hidupnya tidak menentu.
·
Sulit
untuk menarik kembali modal yang telah ditanam, terutama bagi sekutu pimpinan.
Tambahan, banyak sekali pemborong yang menggunakan
badan usaha ini. Selain biayanya murah, pendirian persekutuan komanditer juga
tidak ribet. Tapi anda jangan kaget kalau tiba-tiba kenalan anda yang seorang
pemborong harus menjual harta benda pribadinya karena misal, harga semen dan
material lainnya naik.
Langganan:
Postingan (Atom)
